Mahasiswa Perbankan Syariah Polines Raih Dua Medali Emas di Youth Innovation Forum, Malaysia

Kabar membanggakan datang dari ajang internasional yang diikuti oleh Afin Bastian Nugroho, mahasiswa Program Studi D4-Perbankan Syariah dari Politeknik Negeri Semarang (Polines). Bastian sukses menorehkan prestasi gemilang di ajang Youth Innovation Forum yang digelar di Universiti Teknologi Malaysia.

Bastian berhasil menyabet dua medali emas sekaligus. Ia membawa pulang gelar The Best Delegate, juga dinobatkan sebagai pemenang The Most Sustainability Campaign berkat kepiawaiannya mengkampanyekan isu-isu keberlanjutan yang visioner dan berdampak nyata.

Forum prestisius ini menjadi ajang berkumpulnya 45 pemuda terpilih dari seluruh penjuru Indonesia — dari Sabang hingga Merauke — yang memiliki semangat tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Di hadapan dewan juri bertaraf internasional, termasuk Sherlina Kaur dari United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN-SDSN), Bastian tampil memukau dengan ide kritis dan presentasi yang inspiratif.

Keberhasilan Bastian tak hanya mengharumkan nama kampus Polines, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap bersaing di panggung global. Keberhasilan Afin Bastian Nugroho di ajang Youth Innovation Forum bukanlah kebetulan. Mahasiswa D4 Perbankan Syariah Politeknik Negeri Semarang (Polines) ini berangkat dari sebuah keresahan mendalam: kurangnya ruang bagi publik di Indonesia untuk menyuarakan isu kesejahteraan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Bastian melihat forum internasional bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai panggung strategis untuk menyampaikan aspirasi yang sering kali tersumbat oleh regulasi dalam negeri yang belum ramah terhadap gerakan sosial.

Melalui perannya di Global Youth Action, organisasi pemuda internasional di bawah naungan Studback Global, Bastian aktif menjalin kolaborasi lintas negara demi mendorong percepatan pencapaian SDGs. Dalam forum tersebut, ia menyerukan pentingnya keberanian generasi muda—terutama mahasiswa—untuk terus belajar, menyuarakan perubahan, dan mengambil bagian aktif dalam proses pemerintahan.

“Perubahan, baik yang positif maupun negatif, berada di tangan kalian,” ujar Bastian dengan lantang, mengutip prinsip demokrasi legendaris: “of the people, by the people, for the people.”

Tak berhenti di forum itu saja, Bastian kini melanjutkan langkahnya sebagai agen perubahan dengan membentuk Program AmbilPrestasi. Gerakan ini bertujuan membina pelajar dan mahasiswa untuk menemukan potensi terbaik dalam diri mereka melalui jalur kompetisi dan pengembangan diri.

Prestasi Bastian tak hanya mencerminkan kemampuan anak muda Indonesia dalam bersaing secara global, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu suara yang berani bersuara. Dan suara itu, kini menggema membawa harapan baru bagi masa depan bangsa.